Rabu, 14 Januari 2015

Tugas Kelompok

SISTEM OPERASI
 
Sistem operasi merupakam software yang berfungsi melakukan operasi yang mengurusi tentang segala aktivitas komputer seperti mendukung operasi sistem, aplikasi dan mengendalikan semua perangkat komputer agar adapat berjalan selaras dengan fungsinya. Menurut silberschats, Galvin, Gagne (2003), sistem operasi adalah suatu program yang bertindak sebagai perantara antara pengguna dan hardware komputer.
Dia juga menyatakan bahwa tujuan dari sistem operasi adalah :
  • Melaksanakan program pengguna dan memudahkan dalam menyelesaikan masalahnya. 
  • Membuat sistem komputer menjadi mudah untuk digunakan.Menjadikan pengguna hardware komputer menjadi lebih efisien.
Sistem operasi bekerja untuk mengatur operasi CPU, identifikasi input output (I/O),  tempat penyimpanan (memori) dan segala aktivitas komputer. Sistem operasi mengendalikan semua sumber daya komputer dan menyediakan landasan sehingga sebuah program aplikasi dapat ditulis atau dijalankan. Tugas dari sistem operasi diantaranya : 
a. Menyediakan antar muka pengguna (user interface), yaitu berupa :
  • Melakukan perintah (command-based user interface) dalam bentuk teks. 
  •  Mengarahkan menu (menu driven). 
  • Antarmuka unit grafik (graphical user interface-GUI).
  • Kombinasi ikon dan menu untuk menerima dan melaksanakan perintah.
b. Menyediakan informasi yang berkaitan dengan hardware, yaitu berupa perangkat yang aktif atau pasif, dan mengendalikan perangkat I/O (Input/output device). 
c. Melakukan tugas pengolahan dan pengendalian sumber daya dalam sebuah proses sebagai berikut :
  • Multitasking, yaitu bisa melakukan tugas secara serentak atau sekaligus pada aplikasi yang sama maupun berbeda. 
  • Multiprocessing, pengguna atau pemrosesan sebuah program secara serentak oleh beberapa unit CPU. 
  • Timesharing, menggunakan sistem komputer yang sama pada banyak pengguna. 
  • Multithreading, memproses aktivitas pada bentuk yang sama dengan multitasking tetapi pada aplikasi tunggal. 
  • Scalability dan network, upaya komputer dalam mengendalikan dan meningkatkan kewaspadaan dan keamanan jumlah pengguna dan memperluas layanan. 
d. Pengeloaan file dan direktori data, yaitu memastikan file-file dalam penyimpanan sekunder tersedia bila diperlukan, dan mengamankan dari pengguna yang tidak dibenarkan mengaksesnya. 
    Dalam pandangan perancang, sistem operasi bertugas :
  • Melidungi dan menghiasi hardware komputer agar tampilan efisien, indah,            mudah, dan nyaman bagi pemakai. 
  • Menghindari rincian operasi hardware dan menyediakan antarmuka untuk    pemograman dalam menggunakan sistem. 
  • Bertindak sebagai mediator, mempermudah dan menggunakan fasilitas dan       sumber daya sistem komputer.
Untuk itu perancang sistem operasi yang betugas menghiasi hardware, dituntut mengetahui secara mendalam dan menyeluruh perangkat yang akan didandaninya agar sistem operasi yang dirancang benar-benar berfungsi secara benar dan efisien. Ditinjau dari penggunanya , sistem operasi diklasifikan menjadi :
  • Sistem operasi yang digunakan satu komputer secara mandiri (stand-alone operating system) 
  • Sistem operasi yang digunakan untuk pemakaian secara bersama (multiuser) atau dalam jaringan (network operating system)
Sebuah sistem operasi yang baik harus memiliki layanan berupa eksekusi program, operasi I/O, manipulasi sistem file, komunikasi, dan deteksi kesalahan. Dalam pemakaian scara multi user sistem dapat lebih menguntungkan yaitu lebih efisien karena pemakaian sumber daya bersama antara pengguna. Sebagai fungsi layanan bersama tersebut maka sistem operasi akan memberikan efisiensi pengguna sistem berupa:
  • Resource allocator, yaitu mengalokasikan sumber daya ke beberapa pengguna atau pekerjaan yang berjalan pada saat bersamaan. 
  • Proteksi, menjamin akses ke sistem sumber daya yang dikendalikan (akses pengguna ke sistem menjadi terkendali).
  • Accounting, yaitu merekam kegiatan pengguna, jatah [emakaian sumber daya (keadilan atau kebijaksanaan).
Eksekusi program adalah kemampuan sistem untuk memuat program ke memori dan menjalankan program. Pengguna tidak dapat secara langsung mengakses sumber daya hardware, sistem operasi harus menyediakan mekanisme untuk melakukan operasi I/O atas nama pengguna. Manipulasi sistem file adalah kemampuan program untuk melakukan operasi pada berkas (membaca, menulis, membuat, dan menghapus berkas). Komunikasi adalah pertukaran data atau informasi antara dua orang atau lebih proses yang berada pada satu komputer (atau lebih). Deteksi kesalahan (error) adalah menjaga kestabilan sistem dengan mendeteksi “error”, hardware maupun operasi.
Silberschatz, Galvin, Gagne (2003), berpendapat bahwa umumnya sebuah sistem operasi modern mempunyai komponen sebagai berikut:
  • Manajemen proses
  • Manajemen memori utama 
  • Manajemen secondary-storage
  • Manajemen sistem I/O (input/output)
  • Manajemen berkas
  • Jaringan 
  • Sistem Command Interpreter
Manajemen proses. Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang dieksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. Sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, memori, berkas-berkas, dan perangkat I/O. Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen proses seperti:
  • Pembuatan dan penghapusan proses pengguna dan sistem proses. 
  • Menunda atau melanjutkan proses.
  • Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi.
  • Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.
  • Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock
Manajemen memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri. Memori utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang akses datanya digunakan oleh CPU atau perangkat I/O. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data yang sementara (volatile, artinya data dapat hilang begitu sistem dimatikan. Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen memori seperti:
  • Menjaga trackdari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya 
  • Memilih program yang akan di-load ke memori 
  • Mengalokasikan data mendealokasikan ruang memori sesuai kebutuhan
Management secondary-storage. Data yang disimpan dalam memori utama bersifat sementara dan jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, untuk menyimpan keseluruhan data dan program komputer dibutuhkan secondary-storage yang bersifat permanen dan mampu menampung banyak data. Contoh dari secondary storage adalah hard disk, disket dan lain-lain. Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan disk management seperti free space management, alokasi menyimpanan, dan menjadwalan disk.manajemen sistem I/O. Sering disebut device manager. Menyediakan “device driver” yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada hard disk, CD-ROM dan floppy disk. Komponen sistem operasi untuk sistem I/O.
  • Buffer menampung sementara data dari/ ke perangkat I/O 
  • Spooling: melakukan penjadwalan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrean dan sebagainya). 
  • Menyediakan driver untuk dapat melakukan operasi “rinci” untuk hardware I/O tertentu.
Manajemen berkas. Berkas adalah kumpulan informasi yang berhubungan sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut. Berkas dapat mempunyai struktur yang bersifat hirarki (drektori, volume, dan lain-lain). Sistem operasi bertanggung jawab dalam:
  • Pembuatan dan penghapusan berkas 
  • Pembuatan dan penghapusan direktori 
  • Mendukung manipulasi berkas dan direktori
  • Memetakan berkas ke secondary storage
  • Membackup berkas ke media penyimpanan yang permanen (non volatile)
Sistem proteksi. Proteksi mengacu  pada mekanisme untuk mengendalikan akses yang dilakukan oleh program, prosesor, atau pengguna ke sistem sumber daya. Mekanisme proteksi harus:
  • Membedakan antara pengguna yang sudah diberi izin dan yang belum 
  • Menentukan kendali 
  • Menyediakan alat pengatur
Jaringan. Sistem terdistribusi adalah sekumpulan prosesor yang tidak berbagi memori atau clock. Tiap prosesor mempunyai memori sendiri. Prosesor-prosesor tersebut terhubung melalui jaringan komunikasi sistem terdistribusi yang menyediakan akses pengguna ke berbagai macam sumber daya sistem. Akses tersebut menyebabkan meningkatnya:
  • Kecepatan komputer 
  • Ketersediaan data
  • Keandalan (enchanged reliability)
Sistem command intrepeter. Sistem operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut: control-card intrepeter, command-line intrepeter, dan UNIX shell. Sistem command-intrepreter sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi perangkat I/O yang ada. Contohnya: CLI, Windows, Pen-based (touch), dan lain-lain.


Nama buku          : Pengantar Teknologi Informasi
Penerbit                : Graha Ilmu
Pengarang            : H. Akhmad Fauzi
Tahun Terbit        : 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar